AKA FAIR

AKA FAIR 2013

AKA FAIR 2013 akan dilaksanakan pada :

04 Februari 2013
10 Februari 2013

Lokasi : AKADEMI KIMIA ANALISIS BOGOR, Jalan Pangeran Sogiri 283, Tanah Baru, Bogor Utara

Tema : Optimalisasi Sinergisitas dan Eksistensi Pemuda dalam Industrialisasi Berdasarkan Tri Dharma Perguruan Tinggi

Iklan
Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

MAKANAN GORENGAN DAPAT MENYEBABKAN KANKER dan MERUSAK PERTUMBUHAN OTAK

Kanker ………..Penyakit yang mengerikan bagi manusia dan sangat rawan menyerang pada sebagian besar manusia. Kanker merupakan pertumbuhan sel yang tidak normal yang menyerang organ dengan cepat sehingga fungsinya hancur dan menyebabkan kematian . Kanker merupakan pembunuh nomor 2 setelah penyakit kardiovaskular. WHO dan Bank Dunia memperkirakan setiap tahun, 12 juta orang di seluruh dunia menderita kanker dan 7,6 juta di antaranya meninggal dunia.

Bukan barang asing lagi bagi kita terhadap makanan yang satu ini baik kentang goreng , nasi goreng ,tahu goreng, tempe goreng,pisang goreng dll dengan pembungkus kertas bekas fotokopian yang mengandung racun timbal penyebab rusaknya kerja otak . Makanan Gorengan Dapat menyebabkan kanker karena makanan yang kaya karbohidrat seperti nasi,kentang, ubi,pisang dll apabila digoreng akan bereaksi dengan asam amino menghasilkan akrilamida yaitu senyawa yang bersifat karsinogenik penyebab kanker. Sedang makanan mentah, direbus, atau dikukus tidak mengalami reaksi seperti itu (tidak menghasilkan akrilamida). Selain itu juga minyak goreng yang dipanaskan atau dipakai untuk menggoreng akan menghasilkan radikal bebas penyebab kanker . Menurut Anonim (2003) semakin lama pemanasan dan sermakin tinggi penggunaan suhu dalam pengolahan makanan akan menghasilkan radikal bebas yang dapat memacu kanker. Begitu pula kertas fotokopian , koran ,kertas bekas ujian yang dipakai untuk membungkus makanan dan didalamnya terdapat racun timbal yang dapat menyebabkan keterlambatan perkembangan mental,kesulitan belajar dan dapat merusak pertumbuhan otak . timbal merupakan racun yang menyebabkan turunnya angka intellectual quotient (IQ) dan penurunan tingkat kecerdasan pada anak balita.

Untuk mengetahui Minyak goreng yang dapat menyebabkan kanker ialah dengan melihat keluarnya asap dari penggorengan, berubahnya warna menjadi lebih gelap, baunya tengik/menyengat, cairannya lebih kental, serta menyebabkan gatal/iritasi tenggorokan .

Untuk itu kita harus senantiasa berhati-hati dalam memilih makanan…..Semoga artikel singkat ini dapat bermanfaat

““dengan ilmu hidup akan semakin mudah”

Penulis : Sawung Pamungkas

Sumber :

http://www.radarlampung.co.id/read/bandarlampung/metropolis/33620-waspada-bahaya-timbal-mengincar

http://eprints.ums.ac.id/1139/1/8_(31-35).pdf

http://rumahkanker.com/pencegahan/pencegahan/67-mengapa-makanan-goreng-memicu-kanker

Categories: GOPEK (Goresan Pena KITA), Info KIMIA | Tinggalkan komentar

Tablet Antinyamuk Dari Limbah Jeruk

Pemanfaatan jeruk tidak berhenti pada buah dan daun untuk konsumsi. Ditangan dua mahasiswi Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Jogja, kulit dari jeruk diolah menjadi bahan pelengkap obat antinyamuk.

Adalah Mary Fitriyah dan Latifatul Istichomah, keduanya melakukan inovasi dengan memanfaatkan limbah kulit jeruk yang diramu dengan minyak cengkih, dan minyak kayu putih. “Penelitiannya sudah dilakukan, rencananya diproduksi berupa tablet supaya bisa menyublim dan uapnya bereaksi mengusir nyamuk,” jelas Fitriyah.

Fitriyah menambahkan, hasil uji inovasi itu nantinya bisa berfungsi ganda sekaligus sebagai aromaterapi. Soalnya, kandungan aroma dan minyak atsiri ketiga bahan yang dipilih juga sesuai sebagai aromaterapi. Keunggulan lainnya, antinyamuk yang dibuat tidak membutuhkan energi listrik dan aman untuk kesehatan tubuh.

Meski telah diperkenalkan kepada media, Fitriyah mengakui bahwa hingga saat ini obat antinyamuk tersebut belum diproduksi untuk komersial. “Rencananya awal 2013 baru kami produksi untuk dikomersialkan. Mengenai gambarannya, obat antinyamuk bentuknya seperti kapur barus,” katanya di kompleks Kampus UAD Jalan Kapas, Jogja.

Mengenai bahan-bahan untuk obat antinyamuk, Fitriyah menjelaskan setiap kandungan bahan memiliki zat yang tidak disukai nyamuk. Pada kulit jeruk terkandung zat limonen berfungsi sebagai antinyamuk karena mampu membunuh nyamuk. Sedangkan pada minyak cengkih terdapat oleum cariophylen sebagai antinyamuk dan aromaterapi. Hal yang sama juga terdapat pada minyak kayu putih dengan kandungan atsiri oleum cajupuli.

Pada kesempatan yang sama, Latifatul menambahkan, obat antinyamuk dibuat dengan cara sederhana dengan menyampur ketiga bahan sesuai takaran. Kemudian, ramuan bahan dicampur karagenan yakni bahan pengikat yang menghambat pelepasan zat sehingga mampu bertahan lama. “Sifat karagenan kan liat, jadi setelah semua bahan tercampur, bisa langsung dicetak sesuai keinginan dan dapat langsung digunakan,” kata dia.

Inovasi bersama Fitriyah, katanya dilatarbelakangi keprihatinan pada banyaknya kasus penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Malaria di Indonesia. Pasalnya, data World Health Organisation menyatakan bahwa Indonesia merupakan negara endemik DBD terbesar di Asia Tenggara. “Dengan inovasi ini kami berharap produk digunakan masyarakat, sekaligus produk ramah lingkungan karena menggunakan bahan alami,” kata Latifatul.

Ke depan, produk tablet obat antinyamuk akan dibanderol Rp1.000 per tablet. Obat antinyamuk diperkirakan efektif mengusir nyamuk di ruangan seluas 3 x 3 meter dalam waktu 8–12 jam. (solopos.com/ humasristek)

Categories: Info KIMIA | Tinggalkan komentar

Sepeda Listrik Roda Dua

Desain makro alat transportasi Indonesia di masa depan diarahkan pada kendaraan bertenaga listrik. Kendaraan jenis ini lebih ramah lingkungan ketimbang yang menggunakan bahan bakar minyak karena tidak menghasilkan polusi udara.

Untuk mendukung pengembangan alat transportasi listrik, empat mahasiswa diploma tiga Jurusan Teknik Mesin Produksi, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret, Solo, mengembangkan kendaraan listrik roda dua (electric two-wheeled vehicle/ ETV) yang mereka sebut sepeda listrik.

Keempat mahasiswa ini, Puji Suyudi, Singgih Yohan Sambada, Indra Nugroho, dan Muhammad Nur Hidayat, terinspirasi film Star Trek sehingga memilih desain seperti saat ini, semacam tabung dengan ujung-ujung berupa roda berdiameter 1,5 meter. Lebar sepeda berbobot 80 kilogram ini mencapai 1,3 meter. Desain sepeda ini juga mengadopsi kendaraan serupa yang dikembangkan mahasiswa University of Adelaide, Australia.

Cara mengoperasikannya mudah, yakni dengan mengendalikan setang yang dipasang di depan kursi yang berada di antara kedua roda. Kursi dilengkapi dengan sabuk pengaman. Pengendara mengatur gerak dan laju sepeda dengan setang yang diberi fungsi gas dan rem yang dihubungkan dengan motor listrik dan baterai. Untuk memajukan kendaraan, kerja gas pada kedua setang harus difungsikan bersama.

Fungsi gas yang dikendalikan setang kanan terhubung dengan kerja motor listrik pada roda kiri, dan sebaliknya.

”Jika ingin membelok ke kanan, kerja gas pada setang kanan dikecilkan sehingga roda kiri berhenti dan tinggal roda kanan yang berputar. Begitu pula sebaliknya,” kata Puji Suyudi.

Kendaraan ini mampu mengangkut beban hingga 150 kilogram atau dua penumpang. Namun, untuk prototipe ini, desain kursi masih dibuat tunggal.

”Tahun depan, kami akan keluarkan sepeda listrik dengan satu roda sehingga lebih ramping dan lebih lincah,” ujar Ngubaidillah, dosen pembimbing keempat mahasiswa ini.

Hanya tiga bulan

Kecepatan sepeda hanya 20-25 kilometer untuk medan yang tidak laju. Sepeda ini dibuat dari material rangka besi, termasuk rodanya, yang kemudian dilapisi karet. Pembuatan sepeda ini membutuhkan waktu 3-4 bulan.

”Sepeda harus dibuat presisi sangat simetri antara bagian kanan dan kiri karena jika tidak, jalannya tidak akan lurus,” tutur Puji.

Sepeda digerakkan oleh motor listrik yang disebut brushless direct current (BLDC). Sementara baterai yang digunakan adalah litium ion dengan kekuatan 36 volt dan 7 ampere. Pembuatan kendaraan ini menelan biaya Rp 10 juta, yang terbesar untuk membeli motor listrik seharga Rp 5 juta dan baterai Rp 2 juta.

Motor listrik diletakkan pada setiap roda, yakni seperti roda kecil yang kemudian menggerakkan roda besar. Ke depan, sepeda ini akan dilengkapi sistem pengendali untuk mengatur gerakan motor. Namun pembuatan sistem pengendali akan dilakukan dosen dan mahasiswa strata dua.

Saat ini, sepeda ETV ini belum memiliki sistem pengendali. Kestabilan kendaraan dijaga dengan menempatkan titik berat kendaraan di bawah titik simetri atau sedekat mungkin dengan tanah sehingga ketika akselerasi atau deselerasi, kendaraan tidak akan terguling. Kendaraan juga dilengkapi delapan suspensi yang membuat kendaraan stabil.

”Tubular kursi dimungkinkan berputar sampai 360 derajat jika gas kanan-kiri tidak stabil, tetapi setelah itu akan kembali seperti semula,” kata Singgih.

Dengan kondisi ini, sepeda ETV ini cocok untuk dimanfaatkan di tempat-tempat wisata. Kendaraan seperti ini juga bisa untuk kendaraan tanpa awak yang bisa ditempatkan di medan apa pun karena jika terguling bisa kembali pada posisi semula.

”Untuk pengembangannya, bisa juga dijadikan kendaraan alternatif, tentu saja dengan ukuran yang lebih kecil,” kata Ngubaidillah. (Kompas, 1 Oktober 2012/ humasristek)

Categories: Info KIMIA | Tinggalkan komentar

Sir Robert Robinson, Pemenang Hadiah Nobel Kimia tahun 1947

Sir Robert Robinson dilahirkan di Rufford dekat Chesterfield, Derbyshire pada tanggal 13 September 1886, anak laki-laki dari William Bradbury Robinson, pembuat pakaian bedah yang menemukan mesinnya sendiri untuk menghasilkan kain tiras dan pembalut dan lain-lain, dan kardus kertas karton untuk mengemas produk tersebut. Ia dididik di Chesterfield Grammar School, Fulneck School, dekat Leeds dan di Universitas Manchester di mana ia lulus B.Sc. pada tahun 1906 dan gelar D.Sc. pada tahun 1910.

Pada tahun 1912, ia ditunjuk sebagai profesor pertama Kimia Organik Murni dan Terapan di Universitas Sydney. Ia kembali ke Inggris pada tahun 1915 untuk emngambil jabatan ketua Kimia organik di universitas Liverpool hingga tahun 1920 ketika dia menerima perjanjian sebagai Direktur Penelitian di British Dyestuffs Corporation. Setahun kemudian ia menjadi Profesor kimia di St. Andrews dan pada tahun 1922 ia menjabat sebagai Kepala Kimia Organik di Universitas Manchester hingga tahun 1928 ketika dia menerima jabatan yang saama di Universitas London. Pada tahun 1930, ia ditunjuk sebagai Profesor Kimia Waynflete, Universitas Oxford, di mana ia menetap hingga pensiun tahun 1955 ketika ia ditunjuk sebagai Profesor Emeritus dan Penerima Beasiswa Kehormatan Kampus Magdalen. Ia adalah Direktur Perusahaan Kimia Shell dan menjadi konsultan kimia sejak tahun 1955.

Sir Robert adalah anggota dari tiga puluh Komite Pemerintah dan beberapa darinya dijabat sebagai ketua. Ia adalah utusan Inggris untuk menghadiri Konferensi UNESCO yang pertama pada tahun 1947. Ia mendapat gelar kehormatan pada tahun 1939 dan ditunjuk sebagai penerima Medali Jasa pada tahun 1949.

Penelitian ekstensif Robert dalam kimia organik telah berurusan tidak hanya dengan struktur dan sintesis senyawa kimia organik, tapi juga dengan mekansime elektrokimia pada reaksi organik. Ketertarikannya pada penyusunan kimia pewarna tanaman (antosianin) juga diperluas dengan grup sayuran lainnya , senyawa alkaloid, di mana dilakukan serangkain penelitian yang luar biasa untuk sintesisnya. Kontribusinya sangat besar pada pendefinisian penyusunan atom dalam molekul morfin, papaverin, narkotin dan lain-lain. Penemuan-penemuan ini mengarah pada produksi beberapa bahan obat antimalaria tertentu (mereka dilaporkan dalam sejumlah paper ilmiah, terutama di Jurnal Chemical Society).
Sir Robert adalah penerima beasiswa dari Institut Kimia Kerajaan dan di Royal Society adalah ketua Himpunan Kimia , pada periode 1939-1941, di Rotyal Society pada periode 1945-1950, Asosiasi Inggris untuk Pengembangan Sains pada tahun 1955, dan Himpunan Industri Kimia pada tahun 1958. Ia adalah Komanadan de la Légion d’Honneur dan memegang gelar doktor kehormatan lebih dari 20 universitas Inggris dan luar negeri. Ia dianugerahi Mdali Longstaff, faraday, dan Flintoff oleh Himpunan Kimia, Medali Davy, Royal dan Copley dari Royal Society dan himpunan Kimia Swiss, Amerika, Perancis dan Jerman; ia telah mendapat penghargaan Medali Franklin dari Institut Franklin di Philadelphia, medali Emas Albert dari Himpunan Seni Kerajaan dan Medalli Kebebasan dari pemerintah Amerika Serikat. Sir Robert adalah Anggota korespondensi, Penerima Beasiswa Kehormatan, Rekana Korespondensi di lebih dari 50 organisasi terpelajar Inggris dan luar negeri.

Pada tahun 1962, Chemical Society menganugerahi Sir Robert dengan mendirikan Beasiswa Pengajar Robert Robinson, untuk diberikan per dua tahun.
Pada tahun 1912, Sir Robert menikahi Gertrude Maud Walsh, murid penerima beasiswa di Universitas Manchester. Mereka berkolaborasi dalam beberapa bidang penelitian ilmu kimia, khususnya pada pengamatan antosianin. Istrinya wafat pada tahun 1954; mereka memiliki satu anak laki-laki dan satu anak perempuan. Pada tahun 1957, ia menikah dengan Stearn Sylvia Hillstrom (nѐe Hershey) di New York.

Pada usia muda, Sir Robert adalah pecinta gunung, telah memanjat di pegunungan Alpen, Pyrenees, Norwegia, dan Selandia Baru dan ia adalah pemain catur yang rajin dan pernah menjadi Ketua Federasi Catur Inggris pada periode 1950-1953. Hobinya termasuk forografi dan musik.

Ia wafat pada tanggal 8 Februari 1975.

Categories: Sejarah dan Tokoh KIMIA | Tinggalkan komentar

Jokichi Takamine, Pioner Kimiawan Jepang

Lahir : 3/11/1854
Wafat : 22/7/1922
Disiplin utama : Ilmu Kimia

Jokichi Takamine dilahirkan pada tanggal 3 November 1854 di Takaoka, Jepang. Ayahnya, Seichi, adalah seorang tabib seperti kebanyakan nenek moyangnya dalam keluarga Takamine. Tidak seperti teman sebayanya, Takamine belajar bahasa Inggris di usia yang masih sangat muda. Ia bersekolah di Osaka, Kyoto, dan Tokyo, lulus dari kampus sains dan tekhnik di Universitas Tokyo pada tahun 1879. Pada tahun tersebut, Pemerintah Jepang memilih Takamine sebagai satu dari 12 orang penerima beasiswa untuk mengejar studi lanjutan di Skotlandia di Universitas Glasgow dan Kampus Anderson. Ia kembali ke Jepang pada tahun 1883 dan bergabung di Departemen Agrikultur dan Perdagangan.

Pada tahun 1884, Takamine melakukan perjalanan pertamanya ke Amerika Serikat untuk mengikuti Pameran Katun ke 100, di mana ia bertemu dengan calon istrinya, Caroline Field Hitch. Mereka menikah pada tahun 1884 da memiliki dua anak. Keluarga ini lalu pindah ke Jepang, dan Takamine melanjutkan pekerjaan di Departemen Agrikultur dan Perdagangan sebagai Kepala Divisi Kimia hingga tahun 1887. Pada saat itu, ia membentuk perusahaan sendiri, Perusahaan Pupuk Buatan Tokyo, di mana ia selanjutnya mengisolasi enzim pencerna kanji, Takadiastase, dari sebuah jamur.

Pada tahun 1884, Takamine pindah ke Amerika Serikat secara permanen, menetap di Kota New York. Ia membuka laboratorium penelitiannya sendiri dan mengizinkan Parke, Davis & Company memproduksi Takadiastase secara komersial. Pada tahun 1901, ia mengisolasi dan memurnikan hormon adrenalin di laboratoriumnya, dan menjadi orang pertama yang menyelesaikan hormon kelenjar.

Selama sisa hidupnya, Takamine bepergian antara Amerika Serikat dan Jepang dan membuat kontribusi ilmiah yang nyata di kedua negara. Ia juga bekerja untuk meningkatkan pemahaman yang lebih baik antara dua negara dan turut berpartisipasi dalam sumbangan Jepang untuk amal ke Washington DC. Jokichi Takamine meninggal pada tanggal 22 Juli pada tahun 1922 di kota New York.

Categories: Sejarah dan Tokoh KIMIA | Tinggalkan komentar

Lampu LED yang menggunakan air dan garam sebagai sumber listrik

Belakangan banyak energi alternatif yang ditawarkan entah dengan alasan ramah lingkungan atau lebih ekonomis dan praktis, mulai dari penggunaan tenaga matahari sampai angin atau kinetik.

Green House Co. Ltd di Jepang telah meluncurkan sebuah lampu LED yang hanya perlu diisi air dan garam untuk membuat lampu ini menyala.

Lampu LED ini tidak perlu baterai kering maupun baterai isi ulang tetapi cukup mencampur air dengan garam saja.

Untuk menggunakannya, air sebanyak 350 ml dicampur dengan garam sebanyak 16 g yang diletakkan di sebuah kantung air kemudian diaduk setelah itu kita bisa menggunakan lampu ini sekitar 8 jam.

Di dalamnya terdapat bahan Magnesium (Mg) rod yang berfungsi sebagai elektrolit dan akan habis tetapi bisa diganti apabila sudah digunakan selama 120 jam.

Kelebihan lainnya, kita juga bisa menggunakan lampu LED ini sebagai alat isi ulang untuk gadget kecil dengan menggunakan kabel USB. (otakku.com/ humasristek)

Categories: Info KIMIA | Tinggalkan komentar

Bio-Baterai Dari Lumpur Sebagai Alternatif Energi Listrik Di Masa Depan

Mahasiswa Jurusan Pendidikan Kimia FMIPA UNY berhasil membuat Bio-baterai dari lumpur sebagai alternatif energi listrik di masa depan. Mahasiswa tersebut yaitu Atini Wahyu Utami, Novika Indriyani, dan Dwi Meyliana.

Ketua tim, Atini mengatakan, baterai merupakan sumber energi paling praktis dan murah yang digunakan masyarakat saat ini. Baterai yang umum dijumpai adalah baterai kering dan litium. Namun baterai tersebut memiliki kelemahan, yaitu terdapatnya komponen elektrolit yang rentan bocor dan dapat menjadi limbah yang bersifat racun dan mencemari lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan alternatif pengganti komponen baterai ramah lingkungan dan mudah diperoleh.

“Sementara di Indonesia, lumpur belum banyak dimanfaatkan, sehingga bila dapat mengolah akan menjadi nilai tambah bagi penduduk di sekitarnya. Lumpur aktif (activated sludge) adalah flok yang terbentuk oleh mikroorganisme (terutama bakteri), partikel inorganik, dan polimer exoselular yang mengendap di tangki penjernihan. Lumpur aktif biasa digunakan dalam pengolahan air limbah,” lanjutnya.
Dijelaskan, bakteri merupakan unsur utama dalam flok lumpur aktif. Jumlah total bakteri dalam lumpur aktif standard adalah 108 CFU/mg lumpur. Lumpur aktif mengandung lebih dari 300 jenis bakteri. Kandungan mikroorganisme dalam lumpur aktif dapat menghantarkan arus listrik sehingga memungkinkan lumpur aktif dimanfaatkan sebagai elektrolit Bio-baterai.

Tahapan penelitian dimulai dengan mengambil sampel lumpur aktif pada kolam fakultatif I IPAL PT SARI HUSADA Tbk Yogyakarta. Sampel yang diperoleh telah diuji secara kualitatif di laboratorium IPAL PT SARI HUSADA Tbk Yogyakarta. Dari uji karakterisasi jenis bakteri, fungi, protozoa, cilliata, rotifiers dalam lumpur aktif tersebut terbukti sampel mengandung bakteri-bakteri aerob yakni pseudomonas, alkaligenes, paracoccus dan lain sebagainya.

Tahap selanjutnya adalah pembuatan larutan induk lumpur aktif dan varian konsentrasi elektrolit lumpur aktif. Larutan induk lumpur aktif diperoleh dengan melakukan penyaringan dengan kertas saring hingga terpisah antara lumpur aktif pekat dan filtrat. Agar bakteri-bakteri yang berada dalam lumpur aktif tidak mati, maka baik lumpur aktif yang telah disaring maupun yang belum disaring diaerasi. Aerasi bertujuan agar kandungan oksigen dalam lumpur tetap terjaga sehingga kehidupan bakteri aerob dalam lumpur tetap berjalan baik.

Pada tahap selanjutnya dilakukan pengukuran beda potensial pada Bio-baterai lumpur aktif dengan kombinasi elektroda dan variasi konsentrasi elektrolit lumpur aktif. Kombinasi elektrode yang digunakan adalah Cu-Al, Cu-Fe, Cu-Mg dan Cu-Zn dengan panjang masing-masing elektrode 5 cm, lebar masing-masing elektrode 1 cm, dan jarak antar elektrode 4 cm.

Dari pengukuran tersebut diketahui bahwa varian konsentrasi lumpur aktif terbaik adalah 25 gr lumpur aktif dengan kombinasi logam yang paling baik digunakan sebagai elektroda Bio-baterai dengan lumpur aktif (activated sludge) sebagai elektrolitnya adalah Cu-Mg dengan beda potensial terukur paling tinggi yakni 1,624 volt.

Keunggulan dari Bio-baterai lumpur aktif adalah pemanfaatan limbah yang belum dimanfaatkan selama ini, yakni limbah lumpur aktif pada Instalasi Pengolahan Air Limbah. Selama ini lumpur aktif yang telah dipergunakan dalam pengolahan air limbah dikeluarkan dan dipergunakan sebagai tanah perkebunan padahal lumpur aktif ini memiliki potensi yang besar untuk dijadikan Bio-baterai. Dengan pemanfaatan lumpur aktif sebagai Bio-baterai, selain dapat mengatasi kebutuhan alternatif energi listrik juga dapat mengatasi masalah lumpur aktif yang menjadi limbah setelah dipergunakan IPAL. (uny.ac.id/ humasristek)

Categories: Info KIMIA | Tinggalkan komentar

Meminum air murni dari pancaran sinar matahari dan air laut

Suatu alat yang dapat ‘mendorong’ garam keluar dari air laut telah dikembangkan oleh para peneliti Amerika Serikat. Yang cukup efisien dengan bertenaga sinar matahari, proses ini dapat mengarahkan pada skala kecil atau alat desalinasi portabel yang dapat menyediakan air minum yang vital pada daerah bencana atau daerah yang dilanda kekeringan parah.

Dengan menggunakan memberan semi-yang dapat menyerap modern guna mengubah air laut menjadi air tawar sangat populer sebagai suatu solusi pada kekurangan sumber air secara global. Dua teknik umum adalah osmosis terbalik, dimana air laut didorong melalui suatu saringan seperti memberan untuk menyaring keluar garamnya – dan elektrodialisis, yang menggunakan aliran listrik untuk mendorong keluar ion-ion garam melalui suatu memberan.

Namun pada kedua kasus tersebut, bahan organis dan garam mengakumulasi beberapa memberan dan menyumbat sistemnya. Sekarang ini, suatu teknik alternatif telah dikembangkan, dimana dapat mengatasi permasalahan ini namun masih enrginya sangat efisien.

‘Kita mengunakan suatu fenomena yang disebut dengan konsentrasi polarisasi ion untuk “mendorong” garam keluar dari kandungan air laut,’ kata Jongyoon Han, yang memimpin penelitian pada Massachusetts Institute of Technology. ‘Ketika suatu voltase diterapkan sepanjang memberan kecil yang terbuat dari bahan ion selektif seperti Nafion, sesuatu yang tidak biasa akan terjadi. Pada salah satu sisi memberan, partikel-partikel yang bermuatan dikeluarkan – dan pada satu sisi yang lainnya, mereka dikumpulkan.’

Tim Han mengembangkan suatu alat berukuran microchip yang menyalurkan suatu arus air menuju bawah pada garpu dan membelah kedalam dua saluran. Pintu masuk pada salah satu salurannya dilapisi dengan memberan Nafion bermuatan, yang melindungi air yang mengalir kebawah dan mendorong garam kebawah pada saluran yang berbeda. Secara susah payah, pelindung ini juga mengeluarkan partikel bermuatan lainnya, keduanya bermuatan positif dan negatif, yang meliputi kebanyakan bahan organis dan mikroorganisme, seperti bakteri, virus dan zat pencemar lainnya.

Namun untuk memfungsikan secara efektif, proses ini memerlukan saluran air yang kecil dan hal tersebut hanya dapat menghasilkan sejumlah kecil air pada diri mereka sendiri. ‘Arah kami di masa mendatang nantinya serupa dengan bagaimana industri semikonduktor membuat microchip ini,’ jelas Han. ‘Kita mengharapkan beratus-ratus saluran air pada chip tunggal – tujuannya adalah membaut system ini yang dapat menghasilkan sekitar satu liter air murni setiap sepuluh menit.’

Meskipun begitu Han mengakui hal ini secara relative sangatlah tidak memngkinkan, hal ini mungkin saja untuk menjalankan alat ini secara terus-menerus bagi penggunaan tenaga sinar matahari dengan waktu yang lama, yang akan sangat berharga sekali pada berbagai area kritis yang kekurangan air.

Adel Sharif, seorang ahli pada penanganan air dan desalinasi pada University of Surrey, Inggris, tertarik dengan proses baru ini, namun berpikir bahwa pekerjaan yang lebih masih diperlukan. ‘Ada beberapa permasalahan yang harus diselesaikan,’ kata dia pada Chemistry World. ‘Elektroda emasa dan titanium akhir-akhir ini digunakan, jadi penemuan yang sangat murah atau bahan alternatif diperlukan untuk menskalakan teknologi ini kedalam suatu alat. Serta, beberapa partikl yang tidak bermuatan mungkin saja menyebabkan kekacauan pada memberan – jadi suatu sistem para-perlakuan mungkin saja diperlukan terlebih dulu.’

Categories: Info KIMIA | Tinggalkan komentar

Pemuda Indonesia, kalian pasti bisa…….

Ironi sekali, di negeri yang banyak penduduknya ini, kesadaran pemuda akan pentingnya pendidikan masih dinilai kurang. Sebelum membahas lebih jauh, kita lihat dulu potensi penduduk di Indonesia saat ini. Dengan jumlah penduduk yang menempati 10 besar di dunia, negara kita hanya memiliki sekitar 30% pemuda dari total penduduknya. Dan dari yang 30% itu, hanya sedikit yang dapat merasakan nikmatnya dunia perkuliahan. Akan tetapi, bagi Bung Karno pada zaman dahulu, hanya sepuluh pemuda pun cukup untuk mengguncang dunia, apalagi hanya mengguncang Indonesia??? Yah, harusnya yang sedikit itu dapat membuat Indonesia lebih baik. Tapi nyatanya??? Apakah saat ini Indonesia membaik?? Ataukah malah bertambah memburuk dari 67 tahun yang lalu kita bebas dari penjajah. Jika boleh, kubilang Negeri ini hebat!! Kalian tak percaya?? Jika banyak orang mengatakan negara kita dijajah selama ratusan tahun, saya akan mengatakan bahwa Rakyat kita-yang saat itu tak mengenal baca tulis-telah mengerahkan seluruh raga dan jiwanya selama ratusan tahun untuk berjuang mempertahankan negara yang mereka juga tidak tahu bagaimana nasibnya setelah para penjajah itu pergi. Tapi rakyat negeri ini-saat itu-hanya tahu bahwa penjajah itu tak baik pengaruhnya di wilayah mereka. Barulah beberapa tahun mulai timbul tatanan negara ini. Jadi, bukankah negara kita hebat?? Belum tentu, negara Eropa yang serba berteknologi itu kuat lahir dan batin menghadapi penjajah selama ratusan tahun. Sudah sepatutnya kita mengucapkan terima kasih kepada nenek moyang kita.
Dan sekarang, banyak pemuda yang hanya melihat sisi kelamnya Indonesia. Kita dijajah ratusan tahun, jadi wajar saja jika sekarang yang sudah 67 tahun bebas dari penjajah, kondisi negara ini masih kian terpuruk. Miris, jika pemuda kita berpendapat demikian. Mengapa kita tidak berpikir sebaliknya dan berterima kasih kepada rakyat terdahulu wilayah ini?? Mungkin negara kita pernah sangat harum dimata dunia. Kemudian terpuruk lagi. Kubilang begitu karena tak kunjung hentinya problem besar di negara ini selesai. Mulai dari korupsi, wilayah perbatasan yang tak kunjung diperhatikan, tata kota yang semakin berantakan, dan yang lebih parah timbulnya asumsi bahwa Indonesia itu hanya Jakarta. Tidakkah hati kalian tergerak untuk memperbaiki negara kita?? Tidakkah kita merindukan Negara kita disegani karena pendidikannya?? Haruskah kita menunggu?? Bahkan ratusan tahun lagi? Dalam Islam, jika terjadi kemungkaran didepan matamu, hendaklah kau ubah dengan tanganmu, jika tidak bisa dengan lisanmu, jika tidak bisa pula dengan hatimu dan itulah selemah-lemah iman. Tapi apakah hanya segini saja kemampuan kita, sehingga hanya mampu mendoakan negara kita??
Mari kawanku, kita harumkan Indonesia. Kuyakin kalian mengerti kondisi Negara kita saat ini. Kuyakin kalian masih memiliki harapan dan mimpi untuk Indonesia beberapa tahun kedepan. Kurasa itu saja sudah cukup untuk bekal semangat kita. Dan saat ini, kuajak kalian untuk mengharumkan Indonesia melalui pendidikannya. Melalui ilmu pengetahuan yang kita punya. Melalui kebudayaan dan kekayaan alam yang masih bersimpah ruah (saat ini). Jangan pernah malu dengan negara lain. Bukankah negara kita sudah mulai menampakan taringnya di ajang olimpiade internasional. Bahkan mengalahkan negara-negara berteknologi itu?? Bukankah sudah banyak yang mengakui bahwa kebudayaan kita sangat beragam dan kaya?? Apakah kalian tega melihat adik-adik kita nanti tak mengenal Indonesia seperti kita dulu?? Jadi tunggu apalagi. Kalian yang saat ini memegang titel sebagai pemuda, kutantang untuk merubah kampusmu, wilayah tinggalmu, bahkan Indonesia kita. Sekecil apapun perubahan baik itu, asalkan berpengaruh pada banyak orang, kenapa tidak?!

Categories: GOPEK (Goresan Pena KITA) | Tinggalkan komentar

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.